Apa itu Starlink, Internet Satelit Ciptaan Elon Musk

starlink elon musk

Starlink adalah layanan internet satelit yang bertujuan untuk menyediakan akses broadband berkecepatan tinggi, latensi rendah, dan terjangkau kepada siapa pun di dunia.

Starlink dikembangkan oleh SpaceX, perusahaan kedirgantaraan yang didirikan oleh Elon Musk, yang juga memimpin Tesla dan Neuralink.

Starlink berencana untuk meluncurkan ribuan satelit kecil ke orbit rendah Bumi (LEO), menciptakan jaringan node yang saling berhubungan yang dapat memancarkan sinyal internet ke bumi.

Starlink mengklaim menawarkan kecepatan hingga 150 Mbps, latensi serendah 20 ms, dan jangkauan di sebagian besar dunia.

Tapi apa keuntungan menggunakan internet Starlink dibandingkan penyedia internet lainnya? Dan apa potensi kelemahan atau tantangan yang dihadapi Starlink? Berikut adalah kelebihan serta kekurangan dari Starlink internet satelit ciptaan Elon Musk.

Kelebihan Starlink Internet:

– Aksesibilitas:

Starlink dapat menjangkau area yang kurang terlayani atau tidak terlayani oleh penyedia internet tradisional, seperti daerah pedesaan, pulau terpencil, atau negara berkembang. Teknologi ini dapat meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, perawatan kesehatan, dan peluang ekonomi bagi jutaan orang yang saat ini kekurangan akses internet yang andal.

– Keterjangkauan:

Starlink bertujuan untuk menawarkan harga yang kompetitif untuk layanannya, dengan biaya langganan bulanan sebesar $99 dan biaya peralatan satu kali sebesar $499. Ini sebanding atau lebih murah daripada banyak opsi broadband lainnya di pasar, terutama di area di mana akses internet langka atau tidak ada sama sekali.

– Performa:

Starlink menjanjikan kecepatan internet yang cepat dan konsisten, dengan latensi rendah dan gangguan minimal. Ini dapat memungkinkan permainan online yang lebih lancar, streaming video, konferensi video, dan komputasi awan. Starlink juga berencana untuk meningkatkan kinerjanya dari waktu ke waktu dengan meluncurkan lebih banyak satelit, meningkatkan teknologinya, dan memperluas kapasitas jaringannya.

– Inovasi:

Starlink adalah proyek perintis yang memamerkan potensi internet satelit dan teknologi luar angkasa. Starlink dapat menginspirasi lebih banyak inovasi dan persaingan di industri internet, serta mendorong penelitian dan eksplorasi ilmiah di luar angkasa. Starlink juga dapat mendukung misi SpaceX lainnya, seperti menjajah Mars atau mengirim turis ke orbit.

Mengenal Linda Yaccarino, CEO Twitter Baru yang Gantikan Elon Musk

Kekurangan Starlink Internet:

– Ketersediaan:

Starlink masih dalam tahap beta dan belum meluncurkan layanan penuhnya. Starlink saat ini memiliki sekitar 1.800 satelit di orbit, yang hanya sebagian kecil dari konstelasi yang direncanakan sebanyak 12.000 atau lebih. Starlink juga memiliki stasiun bumi dan terminal pengguna dalam jumlah terbatas, yang membatasi jangkauan dan kapasitasnya.

Starlink berharap untuk mencapai cakupan global pada akhir tahun 2021, tetapi mungkin perlu waktu lebih lama untuk menjangkau beberapa wilayah atau negara karena kendala regulasi atau teknis.

– Keandalan:

Starlink bergantung pada sistem kompleks satelit, stasiun bumi, terminal pengguna, dan perangkat lunak yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi cuaca, serpihan orbit, interferensi dari satelit atau sinyal lain, serangan siber, atau kesalahan manusia.

Starlink mungkin mengalami pemadaman, pelambatan, atau gangguan dari waktu ke waktu, terutama selama tahap awal pengembangannya.

Starlink juga membutuhkan pandangan langit yang jelas agar berfungsi dengan baik, yang berarti pohon, bangunan, gunung, atau awan dapat menghalangi atau melemahkan sinyalnya.

– Dampak lingkungan:

Starlink menimbulkan beberapa tantangan lingkungan yang perlu ditangani. Salah satunya adalah risiko space debris, yaitu akumulasi satelit yang mati atau rusak dan objek lain di orbit yang dapat bertabrakan satu sama lain atau dengan satelit aktif, menciptakan lebih banyak puing dan membahayakan aktivitas antariksa.

SpaceX sendiri mengklaim bahwa satelitnya dirancang untuk melakukan deorbit dan terbakar di atmosfer pada akhir masa pakainya.

Masalah lainnya adalah polusi cahaya, yaitu cahaya buatan yang berlebihan atau tidak diinginkan yang dapat mempengaruhi siklus alami tumbuhan, hewan, dan manusia.

Beberapa astronom mengeluh bahwa satelit Starlink terlalu terang dan mengganggu pengamatan mereka terhadap langit malam.

About Adam 111 Articles
Tech geek yang hobi mancing

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*