Dua Teknologi Ini Diprediksi Menjadi Tren Masa Depan Smartphone

ilustrasi [pexel}

Kemajuan teknologi yang semakin pesat membuat banyak orang ikut menantikan kelanjutannya. Seperti kelanjutan tren teknologi smartphone di masa depan.

Dari tren smartphone tahun 2000-an, 2010-an hingga kini, ada berbagai macam perubahan yang jelas terlihat secara signifikan.

Lantas bagaimana dengan tren smartphone di masa depan? Adapun ponsel lipat, 6G hingga pengisian daya baterai yang lebih efisien menjadi sorotan beberapa waktu ini.

Diduga, smartphone akan berevolusi secara alami mengikuti konsumen yang menuntut fitur-fitur berguna untuk memudahkannya.

Contohnya smartphone lipat tengah digandrungi sejak muncul pada tahun 2019, dengan beberapa perangkat seperti Samsung Galaxy Fold dan Motorola Razr 2019.

Berikut kemungkinan kelanjutan masa depan smartphone dengan menggunakan teknologi ini:

Isi Baterai Pakai Tenaga Surya

Selanjutnya adalah pengisian daya baterai yang semakin memudahkan manusia. Ada desas-desus bahwa pengisian data baterai di masa depan bisa menggunakan udara.

Alhasil, ketika kamu kehabisan baterai dan tidak membawa charger, maka tidak perlu bingung karena bisa mengisi melalui udara.

Di sisi lain, Elon Musk diduga berencana meluncurkan smartphone yang dijuluki Tesla Model Pi.

Perangkat tersebut diprediksi akan menggunakan baterai yang dapat diisi oleh tenaga surya.

Desas-desus lain mengatakan, Elon Musk menginginkan ponsel tersebut akan terintegrasi dengan kendaraan Tesla, namun hingga kini belum ada informasi kapan ponsel tersebut rilis.

Teknologi 6G

Setelah 5G yang baru memasuki teknologi di zaman sekarang, desas-desus 6G telah menguat seiring berjalannya waktu.

Meskipun 5G belum tersedia di semua negara, Samsung bersama dengan University of California sudah menguji versi awal dari 6G.

Mereka menawarkan kecepatan unduh 50 kali lebih cepat dari 5G, yang sudah mampu mencapai kecepatan multi-gigabit.

Selain Samsung, sekelompok peneliti China baru-baru ini berhasil mengirimkan 1 TB data dalam satu detik sejauh 1 km, sekitar 8000 Mbps, atau 8 Gbps.

Pengiriman itu berasal dari Sekolah Teknik Luar Angkasa Tsinghua di Beijing yang sukses menyiarkan lebih dari 10.000 video definisi tinggi secara bersamaan.

Oleh karena itu, China tampaknya memimpin dalam jenis teknologi ini dengan lebih dari 40 persen hak paten di bidang ini berasal dari negara China.

About mero 70 Articles
seniberjalan.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*