Google Bakal Melarang Aplikasi Pinjol yang Akses Data Pribadi Penggunanya

Photo by PhotoMIX Company from Pexels: https://www.pexels.com

Google berencana untuk membatasi aplikasi pinjaman online (pinjol) untuk mengakses data penggunanya. Terlebih data sensitif seperti foto, video, dan nomor telepon atau kontak para penggunanya di Android.

Google melakukan hal tersebut untuk meningkatkan tanggapan karena banyaknya predator pemberi pinjaman yang melecehkan peminjamnya. Akhirnya, Google bakal mendorong pembaruan kebijakan ‘Pinjaman Pribadi’ pada Rabu (5/4/2023) untuk aplikasi di Play Store.

Pembatasan baru ini digunakan untuk melarang aplikasi mengakses penyimpanan eksternal, foto, video, kontak, lokasi yang tepat, dan log panggilan. Nantinya, perubahan tersebut akan berlaku mulai 31 Mei 2023.

“Aplikasi yang memberikan pinjaman pribadi, atau memiliki tujuan utama untuk memfasilitasi akses ke pinjaman pribadi.

Yaitu, penghasil prospek atau fasilitator, dilarang mengakses data sensitif, seperti foto dan kontak,” kata perusahaan itu, dikutip dari TechCrunch, Kamis (6/4/2023).

Menurut mereka, tren yang muncul sebagai dampak dari kebocoran data yang dilakukan para pinjaman online atau pinjol ini sudah mulai mengkhawatirkan.

Hal itu karena para korban yang telah mendapat pinjaman melalui aplikasi ini telah mengalami pelecehan oleh penagih utang.

Banyak para agen pinjol ini diduga mengakses kontak pribadi peminjam, memberi tahu teman dan keluarga tentang hutang yang belum dibayar.

Dalam kasus yang lebih ekstrim, agen pinjol itu sampai menggunakan gambar yang dimanipulasi untuk lebih mengintimidasi dan menekan mereka yang berhutang.

Tragisnya, sejumlah orang yang menjadi sasaran ini sampai menyerah karena terus menerus ditekan hingga bunuh diri.

Di Indonesia, kasus orang bunuh diri akibat terlilit utang pinjol mulai banyak bermunculan.

 

Kasus serupa juga dialami di negara India dan Kenya

Google awalnya merespons dengan memblokir ratusan dan ribuan aplikasi pinjol dari Play Store setelah diberitahu oleh lembaga penegak hukum dan bank sentral.

Google mengatakan, pihaknya juga memperkenalkan persyaratan untuk melakukan dokumentasi lisensi khusus untuk aplikasi pinjol yang muncul di Play Store.

Google juga mewajibkan perusahaan keuangan non-perbankan di negara terkait untuk hanya memiliki satu aplikasi pinjaman digital di Play Store.

Sebelumnya, Android telah dikritik di masa karena tidak mengambil tindakan keras terhadap aplikasi pinjaman online.

Kini, sebagai tanggapan, perusahaan memperkenalkan pembaruan kebijakan di berbagai negara. Di antaranya India, Indonesia, Nigeria, Kenya, dan Filipina. [Mal]

About mero 70 Articles
seniberjalan.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*