Meta Berencana Rancang Media Sosial Baru Mirip Twitter

Photo by Ocko Geserick from Pexels

Meta Platform Inc, perusahaan milik Mark Zuckerberg yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini berencana membuat media sosial baru.

Menurut juru bicara Meta, peluncuran aplikasi baru yang dinamai proyek P92 ini diupayakan untuk menyaingi aplikasi Twitter yang dikenal sebagai ‘alun-alun kota digital’ dunia.

Terlebih, Twitter saat ini tengah mengalami banyak kendala setelah diambil alih oleh Elon Musk. Hal itu lantaran banyaknya aturan baru yang diterapkan Elon Musk, terlebih soal iklan berbayar.

Nantinya, proyek P92 ini aman dibuat sebagai aplikasi yang berdiri sendiri, tetapi pengguna juga bisa masuk menggunakan akses kredensial Instagram mereka.

“Kami sedang menjajaki jejaring sosial terdesentralisasi yang berdiri sendiri untuk berbagi pembaruan teks.

Kami percaya ada peluang untuk ruang terpisah di mana pencipta dan tokoh masyarakat dapat berbagi pembaruan tepat waktu tentang minat mereka,” kata juru bicara Meta kepada Reuters, dikutip pada Sabtu (11/3/2023).

 

Layanan Mirip Twitter

Aplikasi milik Meta ini didasarkan pada kerangka kerja yang serupa seperti Mastadon, layanan mirip Twitter yang diluncurkan pada 2016.

Rencana Meta datang di saat platform terbesarnya, Facebook, sedang berjuang untuk menarik perhatian audiens yang lebih muda.

Sementara investasi besarnya di metaverse, dunia virtual tempat pengguna berinteraksi dan bekerja telah menunjukkan sedikit tanda-tanda terbayar, dalam waktu dekat.

Di sisi lain, aplikasi berbagi videonya, Instagram, juga menghadapi persaingan ketat karena pembuat konten atau para influencer mulai memilih platform lain, yakni TikTok.

Namun hingga kini belum jelas kapan Meta akan meluncurkan aplikasi mirip Twitter bernama P92 ini.

Menurut pengamat, langkah Meta yang ingin menyaingi Twitter merupakan tindakan yang defensif.

“Sejarah Meta adalah bahwa mereka adalah pengakuisisi yang jauh lebih baik daripada inovator atau pengembang. Sejauh menyalin Twitter, ini hanya langkah defensif,” kata Thomas Hayes, ketua dan anggota pengelola Great Hill yang berbasis di New York Modal.

“Mereka hanya mencoba segalanya. Setidaknya dengan situs blog mini seperti Twitter, ada beberapa harapan bahwa itu bisa mulai menghasilkan uang dari waktu yang jauh lebih cepat daripada investasi metaverse,” tambahnya. [Mal]

About mero 70 Articles
seniberjalan.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*