Review Film Animasi Raya And The Last Dragon

foto: pinterest

Raya and The Last Dragon adalah film animasi terbaru dari Disney yang mengambil inspirasi dari Asia Tenggara. Raya and The Last Dragon bercerita tentang seorang Putri yang ingin memperbaiki kesalahannya.

Ayahnya dikutuk menjadi batu dan Ia ingin mengembalikan ayahnya menjadi manusia setelah terkena wabah..hmm terdengar familiar, seperti malin kundangkah?

Dengan riset yang mendalam, Disney berhasil mengambil hati penonton Asia Tenggara terutama Indonesia. Menyuguhkan refrensi-refrensi gambar, gerak, dan nama nama yang familiar di telinga kita.

Sinematografi dan animasi Disney tidak perlu diragukan lagi. Gerak gerik dan perilaku karakter-karakter di dalam film dibuat sangat mirip dengan orang Asia, begitu juga pemandangan dan arsitektur bangunan bangunan di film ini. Ada simbol-simbol budaya tertentu, seperti pertunjukan wayang yang mewakili budaya Indonesia.

Tutur cerita juga dibuat sesederhana mungkin petualangan seorang tuan puteri yang sudah diceritakan ribuan kali oleh Disney, namun penonton tidak bosan karena cerita mengalir antara aksi, drama, dan humor khas Disney.

"Raya and The Last Dragon.jpeg"
Foto: pinteres

Kalaupun ada kekurangan tampaknyatema cerita tidak untuk semua umur. Mengapa demikian? karena drama perpecahan, rasa tidak percaya dan curiga bukan tema yang bisa dimengerti dengan mudah oleh anak anak di bawah umur, kecuali remaja dan dewasa.

Walapun film animasi ini sudah cukup mewakili Asia Tenggara di kancah film Holywood masih disayangkan kurang dilibatkannya aktor maupun Aktris lokal dari Asia Tenggara dalam casting.

Noted, Kelly Marie Tran keturunan vietnam tapi lahir di Amerika, begitu juga dengan Awkwafina yang berperan sebagai Sisu adalah seorang rapper Amerika, dan Gemma Chan sebagai Amaari adalah aktris kelahiran Inggris.

Tapi balik lagi, ini film Hollywood bukan film Indonesia atau Thailand, jadi ya terserah Hollywood. Kesimpulannya film Raya and the Last Dragon cukup menghibur, dan merupakan salah satu animasi terbaik Disney di tahun ini.

 

The Good:
1. Sinematography dan production design yang keren.

2. Animasi yang bagus.

3. Riset cerita yang baik

4. Pemilihan aktor dan aktris yang cocok

 

The Bad:

1. Tema cerita kurang dipahami oleh anak-anak

Skor film: 7.5 dari 10

About mero 44 Articles
seniberjalan.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*